Gia: Asisten Pribadi di Telegram yang Lahir dari Google Sheets dan Rasa Males Ngetik
Ada satu pertanyaan yang sering muncul tiap malem sambil scroll HP: "kenapa sih gak ada asisten pribadi yang beneran ngerti cara kerja gue?". Aplikasi to-do list di Play Store banyak, bot pencatat keuangan juga bejibun, tapi semuanya berdiri sendiri-sendiri kayak kerajaan yang gak mau nyambung satu sama lain. Dari situ lahir Gia — bot Telegram pribadi yang dibangun 100% pakai Google Apps Script, Google Sheets, dan sedikit bantuan AI.
Awal Mula: Kenapa Harus Bikin Sendiri
Jujur aja, alasannya sepele: males pindah-pindah aplikasi. Mau catat pengeluaran buka app A, mau bikin pengingat buka app B, mau nanya sesuatu ke AI buka app C. Padahal semua aktivitas itu sebenernya cuma butuh satu tempat: chat.
Telegram jadi pilihan karena API-nya gratis, fleksibel, dan yang paling penting — bisa dijalanin full pakai Google Apps Script tanpa perlu server berbayar. Modal utamanya cuma akun Google dan niat begadang.
Fitur-Fitur yang Ada di Dalam Gia
Setelah beberapa iterasi, sekarang Gia bisa ngelakuin ini semua langsung dari chat Telegram:
- Catat keuangan otomatis — ketik
Makan siang 25rb, langsung kesimpen di Google Sheets lengkap dengan kategori yang kedeteksi sendiri (makan, transport, belanja, tagihan, dst) - Rekap keuangan cerdas — ketik
rekap, keluar breakdown pengeluaran per kategori dalam bentuk tabel rapi, plus satu kalimat insight dari AI soal pola pengeluaran - Pengingat otomatis ke Google Calendar — ketik
ingetin besok jam 8 pagi meeting, dan tanpa buka aplikasi kalender sama sekali, event-nya langsung kebuat lengkap dengan reminder - Cek jadwal harian — ketik
jadwal, langsung nampilin semua agenda hari itu dari Google Calendar - To-do list simpel — catat tugas, lihat semua yang belum kelar, tandai selesai, semuanya lewat teks biasa
- Ngobrol sama AI — pakai format
ai: pertanyaan, ditenagai Gemini - Notifikasi suara — bisa kirim voice note otomatis buat pengingat yang lebih personal
Semua fitur itu diakses lewat menu tombol interaktif di Telegram, jadi gak perlu hafalin command satu-satu.
Bagian Paling Seru: Bikin Bot "Ngerti" Bahasa Manusia
Tantangan terbesarnya justru bukan di teknis nyambungin API, tapi di bagian bikin bot ngerti kalimat natural kayak "ingetin besok jam 8 pagi meeting sama pak budi". Kalimat itu harus dipecah jadi tiga hal: kapan (besok), jam berapa (8 pagi = 08:00), dan apa isinya (meeting sama pak budi).
Solusinya pakai kombinasi regex buat nangkep pola-pola umum bahasa Indonesia — kata kayak "besok", "lusa", "minggu depan", sampai format jam dengan embel-embel "pagi/siang/sore/malam". Bukan solusi sempurna ala Natural Language Processing beneran, tapi cukup buat kebutuhan sehari-hari.
Drama Kecil: Google Calendar yang Tiba-Tiba Menolak
Sempet ada momen bot error terus dengan pesan:
"Exception: The script does not have permission to perform that action."
Ternyata Google Apps Script itu kayak satpam yang gak mau buka gerbang otomatis walau scriptnya punya sendiri. Karena bot jalan lewat webhook tanpa interaksi manual, dia gak bisa nongolin popup izin akses Calendar sendiri. Solusinya sederhana tapi gampang kelewat: harus ada satu kali eksekusi manual langsung dari editor Apps Script buat approve izinnya, setelah itu baru bot bisa akses Calendar secara otomatis selamanya.
Pelajaran dari sini: kadang bug paling bikin pusing itu bukan soal logika kode, tapi soal siapa yang "boleh" ngapain.
Kenapa Pendekatan Ini Layak Dicoba
Buat yang suka ngoprek tapi gak mau ribet urusan server dan biaya hosting, kombinasi Telegram Bot API + Google Apps Script + Google Sheets ini worth dicoba banget. Semuanya gratis, semuanya nyambung ke ekosistem Google yang udah dipakai sehari-hari, dan yang paling penting — datanya tetep di tangan sendiri, bukan nebeng di server orang lain.
Gia masih terus dikembangin. Rencana ke depan ada fitur laporan keuangan bulanan otomatis lewat email, sampai integrasi lebih dalam ke Google Drive buat nyimpen struk belanja hasil foto. Tapi buat sekarang, satu asisten kecil di Telegram ini udah cukup bikin hidup dikit lebih rapi — tanpa perlu buka lima aplikasi berbeda cuma buat inget beli galon.
Proyek ini dibangun sebagai bagian dari eksperimen pribadi di balik Katalog Acak — arsip digital tempat nyimpen semua percobaan, dari yang fungsional sampai yang sekadar iseng.

.png)
.png)